MODUL 1 - HAKIKAT MENULIS

 

HAKIKAT MENULIS

Gambar 1. Hakikat Menulis

Menulis merupakan suatu aktivitas komunikasi bahasa yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Menulis juga merupakan suatu proses berpikir. Menulis dan berpikir saling melengkapi. Menulis dan berpikir merupakan dua kegiatan yang dilakukan secara bersama dan berulang-ulang. Tulisan adalah wadah yang sekaligus merupakan hasil pemikiran. Hubungan antara menulis dan berpikir yakni melalui kegiatan menulis seseorang dapat mengomunikasikan apa yang sedang dipikirkan, dan melalui kegiatan berpikir seseorang dapat meningkatkan kemampuannya dalam menulis.

Menulis juga diartikan sebagai proses menggambarkan suatu bahasa dan proses menyampaikan gagasan. Kedua proses ini sama-sama mengacu pada menulis sebagai kegiatan melambangkan bunyi-bunyi berdasarkan aturan-aturan tertentu. Jadi, segala ide, pikiran, dan gagasan yang ada disampaikan dengan cara menggunakan lambang-lambang bahasa yang terpola. Melalui lambang-lambang tersebut pembaca dapat memahami apa yang dikomunikasikan oleh penulis.

Dalam kegiatan menulis juga terjadi proses komunikasi. Proses ini dilakukan secara tidak langsung, tidak melalui tatap muka antara penulis dan pembaca. Agar tulisan itu berfungsi sebagaimana yang diharapkan oleh penulis maka isi tulisan serta lambang grafik yang digunakan harus benar-benar dipahami oleh keduanya.

Tulisan merupakan media komunikasi yang harus dipahami karena manfaatnya yang luas. Jadi, menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan dengan bahasa tulis sebagai medianya. Dalam komunikasi tulis setidaknya ada empat unsur yang terlibat yakni, penulis sebagai penyampai pesan, isi tulisa atau pesan, saluran atau medianya berupa tulisan atau pesan, dan pembaca sebagai penerima pesan.

A. Pengertian Keterampilan Menulis

Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Menulis biasa dilakukan pada media kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil.

Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif (hieroglyph) pada zaman Mesir Kuno. Tulisan dengan aksara muncul sekitar 5.000 tahun lalu. Banyak orang dari Sumeria (Irak) menciptakan tanda-tanda pada tanah liat. Tanda-tanda tersebut mewakili bunyi, berbeda dengan huruf-huruf hieroglif yang mewakili kata-kata atau benda.

Kegiatan menulis berkembang pesat sejak diciptakannya teknik percetakan, yang menyebabkan orang makin giat menulis karena karya mereka mudah diterbitkan.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan media, kegiatan menulis juga ikut berkembang pesat di dunia. Melalui media elektronik, setiap orang dapat memperoleh bahan penulisan dari internet; sehingga penulis lebih efisien waktu, biaya, dan tenaga. Saat ini penulis juga bisa berbagi semua tulisannya di manapun ia berada dengan menggunakan teknologi berbasis internet. Begitu juga dengan para pembaca, akan lebih mudah untuk melihat tulisan-tulisan penulis yang digemarinya.

Keterampilan menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai peserta didik. Banyak ahli telah mengemukakan pengertian menulis. Menurut pendapat Saleh Abbas (2006: 125), keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan, kosakata dan gramatikal dan penggunaan ejaan. Menurut Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati Zuhdi (1999: 159), keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan menuangkan pikiran, gagasan, pendapat tentang sesuatu, tanggapan terhadap suatu pernyataan keinginan, atau pengungkapan perasaan dengan menggunakan bahas tulis.

Menurut Henry Guntur Tarigan (2008: 3), keterampilan menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara tatap muka dengan pihak lain. Sedangkan menurut Byrne (Haryadi dan Zamzani, 1996: 77), keterampilan menulis karangan atau mengarang adalah menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat yang dirangkai secara utuh dan jelas sehingga dapat dikomunikasikan kepada pembaca dengan berhasil.

Menurut pendapat Burhan Nurgiyantoro (2001: 273), menulis adalah aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Menulis merupakan kegiatan produktif dan ekspresif sehingga penulis harus memiliki kemampuan dalam menggunakan kosakata, tata tulis,dan struktur bahasa.

Atar Semi (1993: 47), mengartikan keterampilan menulis sebagai tindakan memindahkan pikiran dan perasaan ke dalam bahasa tulis dengan menggunakan lambang-lambang. Senada dengan pendapat tersebut, menurut Harris (Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati Zuhdi, 1999: 276) keterampilan menulis diartikan sebagai kemampuan menggunakan bahasa untuk menyatakan ide, pikiran atau perasaan kepada orang lain dengan menggunaan bahasa tulis. Menulis merupakan aktivitas pengekpresian ide, gagasan, pikiran atau perasaan ke dalam lambang-lambang kebahasaan. Sedangkan menurut Suparno dan Mohammad Yunus (2008: 1.3), menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan mengunakan bahasa tulis sebagai media atau alatnya. Dalam komunikasi tulis setidaknya terdapat empat unsur yang terlibat yaitu (1) penulis sebagai penyampai pesan, (2) isi tulisan atau pesan, (3) saluran atau medianya berupa tulisan dan (4) pembaca sebagai penerima pesan.

Menurut The Liang Gie (2002: 3), keterampilan menulis adalah keterampilan dalam pembuatan huruf, angka, nama, suatu tanda bahasa apapun dengan suatu alat tulis pada suatu halaman tertentu. Sedangkan mengarang adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang dalam mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada masyarakat pembaca untuk dipahami.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat dikemukakan bahwa keterampilan menulis adalah keterampilan menuangkan ide, gagasan, perasaan dalam bentuk bahasa tulis sehingga orang lain yang membaca dapat memahami isi tulisan tersebut dengan baik.

B. Tujuan Keterampilan Menulis

Setiap penulis harus mempunyai tujuan yang jelas dari tulisan yang akan ditulisnya. Menurut Suriamiharja (1997: 10), tujuan dari menulis adalah agar tulisan yang dibuat dapat dibaca dan dipahami dengan benar oleh orang lain yang mempunyai kesamaan pengertian terhadap bahasa yang dipergunakan. Sedangkan menurut Suparno dan Mohamad Yunus (2008: 3.7), tujuan yang ingin dicapai seorang penulis bermacam-macam sebagai berikut.

1) Menjadikan pembaca ikut berpikir dan bernalar.

2) Membuat pembaca tahu tentang hal yang diberitakan.

3) Menjadikan pembaca beropini.

4) Menjadikan pembaca mengerti.

5) Membuat pembaca terpersuasi oleh isi karangan.

6) Membuat pembaca senang dengan menghayati nilai-nilai yang dikemukakan seperti nilai kebenaran, nilai agama, nilai pendidikan, nilai sosial, nilai moral, nilai kemanusiaan dan nilai estetika.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa tujuan menulis adalah agar pembaca mengetahui, mengerti dan memahami nilai-nilai dalam sebuah tulisan sehingga pembaca ikut berpikir, berpendapat atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan isi tulisan.

C. Jenis-jenis Tulisan

Baik dalam aspek akademik maupun nonakademik, terdapat berbagai jenis tulisan yang diperuntukkan untuk keperluan tertentu, yakni sebagai berikut: 

1. Jurnal

Jenis tulisan pertama adalah jurnal. Jurnal merupakan catatan tertulis harian berdasarkan suatu kejadian, pengalaman, dan pengamatan yang dialami penulis. Jurnal biasanya bersifat terbatas yang hanya ditujukan untuk koleksi pribadi. Namun, tidak menutup kemungkinan jurnal juga dibagikan kepada orang lain.

Menulis jurnal dapat membantu seseorang untuk membuat sebuah tulisan yang kreatif. Seseorang akan membicarakan tentang isu-isu yang terjadi dalam hidup entah itu berupa cerita positif maupun negatif. 

2. Fiksi

Jenis tulisan fiksi mungkin paling sering dikerjakan ketika duduk di bangku sekolah. Fiksi atau karangan biasanya ditulis dengan tema tertentu, dalam bentuk prosa atau berupa analisa, spekulasi, atau informasi yang bersifat tidak sebenarnya.

3. Fabel

Fabel adalah jenis tulisan yang mengandung cerita hewan yang berperilaku dan berbicara seperti orang. Fabel juga bisa dikelompokkan ke dalam dongeng anak-anak. Misalnya, dongeng Si Kancil Mencuri Timun, Si Kancil dan Buaya, Timun Emas, dan banyak lainnya.

4. Deskripsi

Jenis tulisan deskripsi dapat berupa tulisan fiksi dan nonfiksi. Isi ceritanya tidak terbatas tema. Deskripsi fiksi menceritakan tentang orang-orang atau peristiwa yang tidak nyata, dalam artian hanya berupa imajinasi dari seorang penulis.

Sementara itu, nonfiksi adalah setiap cerita yang informatif yang berfungsi sebagai gambaran topik yang dipilih. Contoh tulisan deskripsi misalnya penjelasan tentang sebuah inovasi teknologi maupun tempat sejarah.

5. Otobiografi

Jenis tulisan otobiografi merupakan sebuah tulisan yang menceritakan tentang cerita atau kisah kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang yang sama. Dengan kata lain, penulis otobiografi menceritakan kisahnya sendiri.

Otobiografi ditulis berdasarkan pengalaman dan kenangan pahit manis dari sang penulis. Yang membedakan dari biografi adalah kemurnian dari cerita yang ditulis karena berasal dari kisah pribadi tanpa melibatkan sangkut paut penulis lain.

6. Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah atau yang biasa disingkat karya ilmiah adalah laporan tertulis yang menyajikan hasil temuan atau penelitian sang penulis. Pada beberapa jenis karya tulis ilmiah, pengkajian atau analisis harus berdasarkan teori yang telah ditelurkan para ahli dunia sehingga hasilnya layak untuk dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, hasil pengkajian atau analisis bisa dijadikan acuan bagi peneliti atau penulis lain di kemudian hari. Jenis karya tulis ilmiah meliputi artikel ilmiah, makalah, paper, skripsi, tesis, dan disertasi. 

7. Puisi

Puisi merupakan salah satu karya sastra yang banyak digemari orang. Mulai dari usia belia, remaja hingga orang tua. Para penyuka sastra pasti sudah tak asing lagi untuk mengenali apa itu puisi. Puisi adalah salah satu media yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan. Isi dari pesan ini bisa berupa suatu ungkapan atau sebuah pesan dari seseorang ke orang lain atau ke khalayak.

8. Surat

Surat juga termasuk dalam jenis tulisan yang umum ditemui. Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi berupa teks tertulis. Menulis surat dapat dilakukan dengan tulisan tangan maupun melalui mesin ketik yang kemudian dicetak.Lebih lanjut, surat dapat dikelompokkan menjadi surat resmi dan surat tidak resmi.

Yang masuk ke dalam surat resmi yaitu surat permohonan, surat keputusan, surat kuasa, surat perintah, surat pengantar, surat edaran, dan surat undangan. Sementara itu, surat tidak resmi misalnya adalah surat yang dikirim antarteman.

 

Tugas Mandiri Mahasiswa (Kuis)

1. Apa yang menjadi medium dalam menulis?

2. Mengapa menulis dan berpikir merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan? Jelaskan!

3. Sejak kapan kegiatan menulis berkembang pesat? Jelaskan!

4. Apa yang dimaksd dengan keterampilan menulis?

5. Sebutkan tujuan dari keterampilan menulis.

6. Sebutkan jenis-jenis tulisan yang Anda ketahui. Jelaskan!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROSES KOGNITIF DALAM MENULIS

KONSEP DASAR MENULIS DAN LANGKAH-LANGKAH MENULIS

MODUL 2 - BEBERAPA TAHAPAN DALAM PROSES MENULIS