MODUL 2 - BEBERAPA TAHAPAN DALAM PROSES MENULIS


BEBERAPA TAHAPAN DALAM PROSES MENULIS

Gambar 1. Tahapan-tahapan dalam Menulis


Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini, diharapkan mahasiswa dapat:

1) memahami tentang pendekatan proses dalam pembelajaran menulis;

2) memahami tentang tahapan-tahapan dalam proses menulis.

 

A. Pendekatan Proses dalam Pembelajaran Menulis

Pembelajaran Bahasa Indonesia terintegrasi dalam empat kemampuan berbahasa. Keempat kemampuan berbahasa tersebut, yaitu keterampilan menyimak (listening skill), keterampilan berbicara (speaking skill), keterampilan membaca (reading skill), keterampilan menulis (writing skill).  Keempat kemampuan tersebut dilandasi oleh kemampuan berpikir dan kemampuan-kemampuan tersebut saling menunjang dan tidak terpisahkan. Dalam pembelajaran di kelas, keterampilan berbahasa tersebut diintegrasikan dalam satu kesatuan. Namun, untuk kepentingan pembinaan keterampilan berbahasa siswa, setiap kemampuan berbahasa dapat dipilah sebagai fokus-fokus pembelajaran, misalnya untuk mengembangkan kemampuan menulis para siswa, pembelajaran dapat dikonsentrasikan pada pengembangan keterampilan menulis.

Menulis adalah kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan secara tertulis kepada pihak lain. Aktivitas menulis melibatkan unsur penulis sebagai penyampai pesan atau isi tulisan, saluran atau media tulisan dan pembaca adalah sebagai penerima (Suparno, 2006:129).

Menulis merupakan suatu kegiatan yang bersifat produktif dan ekspresif (Tarigan, 1982:3). Produktif dan ekspresif mengandung arti kedua karakteristik tersebut berfungsi sebagai penyampai informasi. Dikatakan produktif karena kegiatan menulis merupakan kegiatan yang bersifat menghasilkan suatu karya tulis berupa hasil dari ungkapan-ungkapan gagasan pikiran seseorang. Sedangkan ekspresif mengandung arti tepat (mampu) memberikan (ungkapan) gambaran, maksud, gagasan, dan perasaan.

Oleh karena menulis adalah keterampilan yang memerlukan latihan yang terus menerus maka pendekatan yang kiranya mampu mengakomodir hal tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan proses. Pendekatan proses dalam pembelajaran menulis adalah suatu pendekatan pengajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan.

Media pembelajaran merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Melalui media, proses pembelajaran bisa lebih menarik dan menyenangkan (joyfull learning). Aspek penting penggunaan media adalah membantu memperjelas pesan pembelajaran.  Informasi yang disampaikan secara lisan terkadang tidak dipahami sepenuhnya oleh siswa, terlebih apabila guru kurang cakap dalam menjelaskan materi, maka media berperan sebagai alat bantu untuk memperjelas pesan penyampaian materi pembelajaran (Hamalik, 1989:36).

 

B. Tahapan-tahapan dalam Proses Menulis

1. Tahap Pramenulis

Tahap pramenulis merupakan persiapan untuk menulis, yaitu mencari  dan menemukan sesuatu yang ingin dikemukakan (Tompkins & Hoskisson, 1991:211). Tahap pramenulis dalam proses menulis jarang diperhatikan. Akan tetapi, tahap ini merupakan tahap yang sangat penting dan menentukan dalam tahap-tahap menulis selanjutnya. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah:  (a) memilih topik; (b) mempertimbangakan tujuan dan bentuk; (c) mencari, memeroleh, dan menyusun ide-ide serta bahan penulisan.

2. Tahap Penyusunan Draf

Tahap penyusunan draf merupakan kegiatan seorang penulis dalam menelusuri dan mengembangkan gagasan-gagasan yang telah dibuat pada langkah pertama baik melalui bercerita, bertanya jawab, pengelompokan, dan menulis cepat. (Tompkins & Hoskisson, 1991:215-216).

3. Tahap Perbaikan

Tahap perbaikan ini, penulis menyaring ide-ide dalam tulisan. Siswa biasanya mengakhiri proses menulis begitu mereka mengakhiri dan melengkapi draft kasar (Tompkins & Hoskisson, 1991:216-218). Revisi bukan penyempurnaan tulisan, revisi adalah mempertemukan kebutuhan pembaca dengan menambah, mengganti, menghilangkan, dan menyusun kembali bahasa tulisan.

4. Tahap Penyuntingan

Penyempurnaan sebuah tulisan dengan mengoreksi ejaan dan kesalahan yang lainnya dilakukan pada tahap ini dengan tujuan menjadi “siap baca”. Aktivitas dalam tahap ini meliputi: (a) mengambil jarak dari tulisan; (b) mengoreksi awal dengan menandai kesalahan; dan (c) mengoreksi kesalahan.

5. Tahap Publikasi

Tahap ini ditandai dengan memublikasikan tulisan dan menyempurnakannya dengan membaca pendapat dan komentar. Pembaca bisa teman sekelas, guru, pegawai sekolah, atau bahkan kepala sekolah. (Tompkins & Hoskisson, 1991:222).

 

TUGAS MANDIRI

1. Menulis merupakan suatu kegiatan yang bersifat produktif dan ekspresif. Berikan penjelasan Anda mengenai pernyataan tersebut!

2. Apa yang dimaksud dengan pendekatan proses dalam pembelajaran menulis?

3. Sebutkan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran siswa dalam keterampilan menulis. Berikan alasan terhadap jawaban Anda!

4. Sebutkan dan jelaskan tahapan-tahapan dalam proses menulis.



DAFTAR PUSTAKA

Hamalik, Oemar. 1994. Media Pendidikan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Suparno. 2011. Bagaimana Menulis Lintas Kurikulum. Bandung: Citra Aditya Bakti

Tarigan, Henry Guntur. 1982. Menulis sebagai Salah Satu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Tompskins, G.E. & Hoskisson, K. 1991. Language Arts, Content and Teaching Strategies 3rd Edition. New York: Mc-Millan College Publishing Company.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROSES KOGNITIF DALAM MENULIS

KONSEP DASAR MENULIS DAN LANGKAH-LANGKAH MENULIS