PROSES KOGNITIF DALAM MENULIS
PROSES KOGNITIF DALAM MENULIS
Menulis merupakan salah satu
keterampilan berbahasa yang bersifat produktif, sehingga memerlukan
keterampilan bahasa lainnya dalam prosesnya. Aspek proses dalam menghasilkan
teks didukung oleh faktor-faktor kelancaran proses pembuatan teks, seperti kecepatan
dan kelancaran menulis dan revisi. Aspek produk berkaitan dengan produk akhir dari
tulisan, pembelajaran dari aspek produk misalnya mempelajari bagaimana isi teks
yang berkualitas, panjang, ejaan, dan cerita teks. Selain itu, faktor kognitif
juga mempengaruhi kualitas tulisan (Adams & Simmons, 2019; Nückles et al.,
2020).
Faktor kognitif memiliki peran penting
dalam proses menulis. Model yang memuat konsep faktor kognitif yang berpengaruh
terhadap kemampuan menulis adalah model proses menulis. Saat berlangsung proses
menulis di sanalah peran penting dalam menghasilkan tulisan yang berkualitas
akan terlihat. Terdapat empat faktor kognitif yang mempengaruhi kualitas produk
akhir menulis di antaranya:
1) interpretasi teks (pemahaman teks
melalui bahasa dan memori),
2) transkripsi (konversi ide ke dalam
teks tertulis),
3) fungsi eksekutif (perhatian, kontrol,
tujuan, perencanaan, pengecekan, revisi), dan
4) kemampuan ingatan meliputi pengolahan
informasi verbal, kemampuan fonologis, dan dukungan eksekutif yang membuat
hubungan kemampuan verbal dan kemampuan eksekutif umum.
Berikut diuraikan faktor kognitif yang
terlibat dalam proses menulis Proses menulis melibatkan aspek proses lain,
yaitu kemampuan bahasa lisan dan kemampuan membaca secara aktif. Berdasarkan
temuan penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa kemampuan bernalar verbal
dan kemampuan membaca siswa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap
kualitas produk akhir tulisan naratif. Namun, di antara kedua faktor ini,
kemampuan membaca yang lebih berpengaruh terhadap kualitas tulisan. Hal ini
disebabkan oleh kovarians yang tinggi antara kemampuan membaca dan bahasa lisan
siswa di usia awal. Kualitas tulisan naratif dipengaruhi secara signifikan oleh
kemampuan bahasa lisan siswa.
Kemampuan bahasa lisan yang sangat
mempengaruhi kualitas tulisan adalah tata bahasa dan penguasaan kosakata. Meskipun
kemampuan bahasa lisan berhubungan kuat dengan kualitas tulisan. Namun, siswa
yang mengalami gangguan bahasa tidak ada hubungan kemampuan bahasa lisannya
dengan kualitas tulisan. Selain itu, tidak ada pengaruhnya kemampuan bahasa lisan
terhadap konten tulisan pada siswa yang lebih dewasa (Zajic et al., 2020). Terdapat
kontribusi yang signifikan kemampuan bahasa lisan terhadap kemampuan menuangkan
ide dalam tulisan. Jadi dapat disimpulkan, kemampuan bahasa lisan dan membaca
pada anak jenjang usia awal sangat berpengaruh terhadap kemampuan menulis,
tetapi hal itu tidak terjadi pada siswa yang lebih dewasa karena banyak faktor
yang lebih kompleks yang mempengaruhi.
Fungsi eksekutif ini menawarkan sebuah
model penulisan yaitu “model menulis sederhana” yang berfokus pada metode
menulis pada tataran tingkat tinggi. Model ini juga memberikan perhatian pada
kemampuan menulis tingkat rendah. Model menulis sederhana ini menggabungkan
komponen kontrol dengan memilih ide yang relevan, menyaring ide yang tidak
sesuai dalam proses mental menulis (Sala-Bubaré & Castelló, 2018; Yang et
al., 2020).
Perbedaan antara fungsi eksekutif
tingkat rendah dan tinggi dapat dilihat dari fungsinya, yaitu penghalangan,
perubahan, dan pembaruan. Penghalangan adalah kemampuan menghalangi respons
dominan termasuk perhatian penyaringan ide. Perubahan adalah ketakutan antara
pergeseran operasi mental yang berbeda pada tugas menulis. Pembaruan adalah
kemampuan seseorang untuk menggunakan memori kerjanya dalam proses menulis.
Pembaruan adalah kemampuan untuk melihat dan menyaring informasi yang tidak
relevan atau mengganti ide yang sudah tidak relevan dengan ide yang sesuai dan
baru. Komponen fungsi eksekutif tersebut termasuk ke dalam fungsi eksekutif rendah
yang menjadi dasar fungsi eksekutif tinggi. Misalkan kemampuan menulis dengan menggunakan
perangkat komputer dan berfokus pada proses.
Komponen proses menulis berpengaruh
signifikan terhadap kualitas tulisan naratif siswa. Komponen proses yang
berpengaruh terhadap kualitas tulisan naratif siswa adalah kemampuan ejaan dan
jumlah revisi yang dilakukan siswa. Komponen kognitif yang berpengaruh terhadap
kemampuan menulis siswa adalah kemampuan berbahasa lisan, kemampuan membaca,
perhatian selektif, kapitalisasi, dan ejaan. Jadi, Komponen proses menulis teks
naratif ini hanya berkorelasi dengan kemampuan kognitif ejaan dan membaca, berbeda
dengan kualitas produk akhir tulisan yang berkorelasi dengan kemampuan berbahasa
lisan, perhatian, dan memori kerja.
DAFTAR PUSTAKA
Adams, A. M., & Simmons, F. R. (2019). Exploring individual and gender differences in early writing performance.
Hanifah, N., Rahayu, I., & Putra, D. A. K. (2023). Gangguan Aspek Morfologis dan Sintaksis pada Penderita Disleksia Usia 13 Tahun. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Sala-Bubaré, A., & Castelló, M. (2018). Writing regulation processes in higher education: a review of two decades of empirical research.
Zajic, M. C., Solari, E. J., Grimm, R. P., McIntyre, N. S., &
Mundy, P. C. (2020). Relationships between reading profiles and narrative
writing abilities in school-age children autism spectrum disorder.

Komentar
Posting Komentar