HAKIKAT MENULIS TEKS
MODUL 3 - HAKIKAT MENULIS TEKS
A. Pengertian Teks
Pengertian teks adalah suatu wacana yang difiksasikan dalam bentuk tulisan. Teks dapat diartikan sebagai satuan lingual yang dimediakan secara tulis atau lisan dengan tata organisasi tertentu untuk mengungkapkan makna secara kontekstual. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) teks didefinisikan sebagai: naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang; kutipan dari kitab suci untuk pangkal ajaran atau alasan; bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dan sebagainya.
Teks adalah wacana yang sempurna setelah diakui dan diresmikan. Ia adalah pembicaraan yang menetapkan kemampuanya, mendapatkan ketunggalannya, dan menjadi pengaruh yang dikembalikan pada dirinya. Jadi, teks bukan realitas (al-wâqi), itulah yang menjadi acuan. Yakni, bahwa dirinya memaksa dan mendorong pembaca untuk membacanya secara terus-menerus. Pembaca tidak membaca teks lantaran ia merefleksikan atau mengubahnya menjadi realitas. Maka, teks yang merefleksikan realitas tidak lagi memiliki signifikansi karena ia berhenti seiring dengan berhentinya realitas.
B. Pengertian Teks Menurut Beberapa Ahli
Beberapa ahli bahasa seringkali menggunakan istilah wacana dan teks secara bersamaan. Ada juga yang beranggapan bahwa kata wacana dan teks merupakan istilah yang berbeda. Menurut Stubbs (1983: 9) mengatakan bahwa teks dan wacana merupakan tuturan dua hal yang berbeda. Teks merupakan suatu tuturan yang monolog non-interaktif, sedangkan wacana merupakan tuturan yang bersifat interaktif. Dengan demikian, perbedaan antara teks dan wacana terletak pada segi pemakaiannya saja.
Nababan (1987: 64) berpendapat bahwa teks merupakan esensi wujud bahasa. Artinya, teks direalisasikan atau diwujudkan dalam bentuk wacana dan lebih bersifat konseptual. Ketika menyusun teks untuk tujuan tertentu, berarti kita melakukan pemilihan bentuk dan struktur teks yang akan digunakan agar pesan yang diinginkan dapat tersampaikan secara tepat. Pemilihan struktur teks oleh penutur untuk mencapai tujuan ditentukan oleh konteks situasi yang dihadapi. Tindakan komunikasi yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu diwujudkan dalam bentuk yang konkrit berupa teks. Begitu pula dengan pendapat dari Beaugrande dan Dressler (1981: 3) bahwa teks mengacu pada suatu peristiwa komunikatif. Teks ditransmisikan melalui saluran atau media yang sesuai dan (idealnya) akan memiliki fungsi yang memenuhi tujuan komunikatif yang dimaksudkan. Tindakan dalam situasi komunikatif memberikan kerangka kerja di mana teks dengan fungsinya memiliki tempatnya sendiri dan teks hanya dapat dipahami dan dianalisis lebih dalam dan dalam kaitannya dengan kerangka tindakan dalam situasi komunikatif tersebut (Nord, 1991: 12). Definisi tersebut juga dikatakan oleh Kallmeyer et.al. yang diterjemahkan oleh Nord (1991: 14) bahwa sebuah teks sepenuhnya merupakan sinyal komunikatif yang digunakan di dalam sebuah interaksi komunikatif. Teks didefinisikan sebagai ungkapan bahasa yang menurut isi, sintaksis dan pragmatik merupakan suatu kesatuan (Luxemburg, et al., 1992: 86).
Menurut definisi di atas, setidaknya terdapat tiga hal yang harus ada dalam sebuah teks. Tiga hal itu adalah isi, sintaksis, dan pragmatik. Isi dalam suatu teks sangatlah berkaitan dengan konten dari suatu teks tersebut. Isi dalam suatu teks berkaitan dengan semantik.
Pendapat lain dari Bell (1991: 163), istilah teks merupakan suatu hasil rangkaian ekspresi linguistik terstruktur yang membentuk kesatuan utuh dan suatu produk formal pilihan dari sistem tema tata bahasa yang membawa arti semantik dari preposisi melalui kalimat yang dihubungkan dengan cara kohesi. Definisi lain yang diterima secara luas dari teks adalah suatu kejadian komunikatif yang memenuhi tujuh standar tekstualitas. Jika salah satu dari standar ini dianggap belum dipenuhi, teks tidak dapat dikatakan komunikatif. Karenanya, teks non-komunikatif diperlakukan sebagai non-teks (Bell, 1991: 164).
Pendapat tersebut hampir sama seperti yang dikemukakan oleh Brown and Yule (dalam Mona Baker, 1992:111) dan Beaugrande and Dressler (1981: 63) teks didefinisikan sebagai catatan verbal dan terjadi secara alami dari suatu peristiwa komunikatif. Peristiwa tersebut merupakan sebuah contoh bahasa yang digunakan daripada bahasa sebagai sistem abstrak makna dan relasi.
Pada sebuah teks Halliday and Hasan (1976: 1-2) menggunakan sebuah satuan bahasa, namun bukan satuan gramatikal seperti klausa atau kalimat dan tidak ditentukan oleh ukurannya. Melainkan jika menggunakan satuan bahasa yang lengkap secara tertulis seperti buku, surat, dokumen tertulis dan lain sebagainya dapat disebut dengan wacana, yang berbeda dengan pengertian teks seperti yang telah dijelaskan pada awal pembahasan. Contoh-contoh tersebut di atas juga bisa dikatakan sebagai salah satu jenis teks.
Berdasarkan beberapa pernyataan tersebut di atas, dapat diketahu bahwa teks dalam realisasinya selalu berupa kumpulan kalimat. Sebuah kalimat merupakan kumpulan beberapa kata-kata dan kata merupakan kumpulan suku kata serta kata merupakan kumpulan dari beberapa huruf yang tersusun sesuai dengan kaidah dari suatu bahasa. Singkat kata, teks dibentuk dari rentetan kalimat ataupun kata yang harus bersifat kontinuitas, kohesi dan koheren sesuai dengan konteks situasi. Teks memiliki struktur yang berbeda-beda sesuai dengan jenis-jenisnya. Struktur teks merupakan cara teks yang akan disusun.
C. Fungsi Penulisan Teks
1. Memberikan informasi
Informasi adalah sekumpulan data atau
fakta yang telah diolah sedemikian rupa, sehingga menghasilkan sesuatu yang
bisa dipahami dan memberikan manfaat bagi seseorang atau pembacanya. Menulis teks
memberikan informasi tentang sesuatu, baik berupa fakta, peristiwa, pendapat,
pandangan, dan data kepada pembaca. Sehingga pembaca bisa mendapatkan wawasan
dan pengetahuan baru dari tulisan tersebut. Berikut ini contoh menulis yang
bertujuan memberikan informasi. Melalui teks, penulis hendak menginformasikan
manfaat dari tanaman ciplukan.
Ciplukan adalah tumbuhan semak liar yang
biasanya tumbuh di tanah-tanah kosong yang tidak terlalu becek dan hanya bisa
ditemukan pada saat musim penghujan. Tumbuhan ini memiliki tinggi antara 30-50 cm,
dengan ciri fisiknya ialah memiliki batang yang berwarna hijau kekuningan,
buahnya berbentuk bulat dan berwarna kuning.
Daging buah ciplukan yang tidak hanya terasa manis, ternyata juga mengandung beberapa khasiat penting untuk menyembuhkan penyakit seperti influenza, sakit paru-paru, kencing manis dan beberapa penyakit lain. Meski memiliki beberapa khasiat penting, keberadaan tumbuhan ini sering disepelekan, karena diangggap sebagai tumbuhan liar yang sama tidak pentingnya dengan tumbuhan liar yang lain.
2. Membujuk
Membujuk adalah usaha untuk meyakinkan
seseorang bahwa yang dikatakannya benar dengan kata-kata manis, merayu dan
memikat hati. Tindakan ini bisa dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya
lewat teks tulisan.
Menulis teks berarti membujuk para
pembaca untuk menentukan sikap, mendukung dan menyetujui gagasan, ide atau
pendapat yang dituangkan oleh penulis. Karena itu, penulis harus bisa
meyakinkan pembaca dengan menggunakan gaya bahasa persuasif. Berikut ini
tulisan teks yang berfungsi membujuk untuk mempengaruhi perilaku atau tindakan
pembacanya. Karena, penulis narasi yang seolah mengajak semua orang membuang
sampah pada tempatnya.
Penanggulangan banjir dapat dilakukan dengan
berbagai cara. Misalnya, tidak membuang sampah sembarangan, rutin membersihkan
irigasi air, dan melakukan perluasan tempat penampungan air. Dari berbagai
cara ini hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan tidak membuang sampah
sembarangan, karena dengan menumpuk sampah dapat menghambat dan menahan air
saat hujan, sehingga air akan meluap dan terjadilah banjir.
Anda tidak ingin kebanjiran, kan? Maka dari itu, mari kita ubah lingkungan menjadi lebih sehat dan aman dari ancaman banjir dengan tidak membuang sampah sembarangan.
3. Mendidik
Mendidik adalah salah satu fungsi dari
komunikasi melalui teks. Informasi atau data yang disampaikan melalui teks akan
memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi para pembacanya. Bahkan teks juga
membantu mengasah dan menambah tingkat kecerdasan seseorang. Pada akhirnya,
tulisan teks bisa mengubah dan ikut menentukan perilaku seseorang.
Berikut ini contoh teks yang berfungsi mendidik
atau memberikan pesan moral kepada pembaca. Penulis berusaha menyampaikan bahwa
menyontek adalah perilaku curang dan memberi tahu kalau belajar itu penting.
Saat ini Aldo sedang duduk menatap soal fisika yang ada di depannya. Ia terpaku karena tak bisa mengerjakan soal-soal itu. Dalam hati ia menyesal, karena semalam ia menghabiskan waktu dengan bermain game. Tak satu pun soal yang dapat terpecahkan, meskipun seluruh kekuatan otaknya sudah dikerahkan. Terlintas dalam pikirannya untuk bertanya pada teman yang duduk di sampingnya. Namun, ketakutan merayapi perasaannya, mengingat mata pengawas selalu berkeliaran di seluruh penjuru ruang kelas.
4. Menghibur
Menghibur adalah fungsi dalam
komunikasi melalui teks tulisan. Karena ada beberapa karya tulis yang memang
bertujuan untuk menghibur pembacanya, seperti cerpen, novel atau cerita-cerita
lucu lainnya.
Berikut ini contoh tulisan yang
berfungsi menghibur pembacanya dengan cerita fiksi. Penulis membuat tulisan
narasi atau ceritanya menggunakan imajinasinya yang digambarkan dalam bentuk
tulisan untuk menghibur pembacanya.
Indah tersenyum sembari mengayunkan langkah kakinya. Angin dingin yang menerpa, bikin tulang-tulang di sekujur tubuh Indah bergemeretak. Lalu, Indah masukkan telapak tangan ke dalam saku jaket dan mencoba memerangi rasa dingin yang demikian menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambut Indah saat Ayu membukakan pintu. Wangi yang kelak dirindukan ketika Indah sudah kembali ke tanah air. Namun, wajah tampan Ario di hadapannya, akankah dirindukan juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, tetapi Indah berusaha untuk menepisnya. Janganlah, Ario, sergah hati kecilku, janganlah biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Putri, dia sedang menanti kepulanganmu dengan cinta.
D. Tujuan Teks
Tujuan penuangan sebuah teks harus mampu menyampaikan informasi, menggugah perasaan atau bahkan gabungan dari keduanya. Pendekatan teks yang digunakan harus sesuai dengan tujuan dan fungsi dari jenis-jenis teks yang akan disampaikan. Tujuan menggugah perasaan dapat menggunakan pendekatan yang imajinatif atau fiksional. Sedangkan tujuan informasi dan keduanya dapat menggunakan pendekatan faktual-imajinatif.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa tujuan teks adalah agar kita mengetahui inti dari sebuah kalimat, paragraf, atau wacana.
Tugas
Mandiri
Buatlah contoh teks wacana yang berkaitan dengan
fungsi penulisan teks.
1. Teks wacana yang bersifat memberikan informasi.
2. Teks wacana yang bersifat membujuk.
3. Teks wacana yang bersifat mendidik.
4. Teks wacana yang bersifat menghibur.
Perhatian:
Menulislah
sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar...!
DAFTAR PUSTAKA
Baker, M. (1992).
In Other Words: A Coursebook on
Translation. London and New York:
Routledge.
Bell, Roger T. (1991). Translation and
Translating: Theory and Practice. London: Longman
Group Ltd.
De Beaugrande, R.,
& Dressler, W. (1981). Introduction
to Text Linguistics. London & New York:
Longman.
Halliday, M.A.K., & Ruqaiya Hasan. (1976).
Cohesion in English. London: Longman.
Luxemburg, Jan van, dkk.
(1992). Pengantar Ilmu Sastra. Dick
Hartoko (penerjemah). Jakarta:
Gramedia
Nababan. P.W.J. (1987). Ilmu
Pragmatik. Jakarta: Departemen Pendidikan dan. Kebudayaan.
Nord, Christiane. (1991). Text Analysis in
Translation: Theory, Methodology, and Didactic
Application
of Model for Translation - Oriented Text Analysis.
Stubbs, M. (1983).
Discourse Analysis: The Sociolinguistic
Analysis of Natural Language.
Chicago, IL: The
University of Chicago Press.

Komentar
Posting Komentar